10 PATOKAN PENDIDIKAN MASYARAKAT

Hasil gambar untuk pendidikan masyarakat
Sumber : Pikiran Rakyat

Pendidikan masyarakat dikenal sebagai pendidikan non formal, dimana pendidikan ini berperan sebagai penambah, pengganti serta pelengkap untuk pengetahuan dan keterampilan yang tidak bisa di dapat di jalur pendidikan formal. Selain itu, pendidikan masyarakat juga bergerak di berbagai bidang yang menyangkut kemasyarakatan.  Pendidikan masyarakat terkenal dengan prinsipnya yaitu education for all, artinya dengan adanya pendidikan masyarakat semua orang bisa mengenyam pendidikan dan meningkatkan aktualisasi dirinya tanpa mengenal usia, latar belakang pendidikan, dan tanpa batas waktu yakni life long education. Belajar sepanjang hayat pada hakikatnya benar-benar ada dalam diri manusia, manusia akan terus menerus belajar di sepajang hidupnya tanpa mengenal batas usia. Bayi baru lahir dia akan belajar dari ibunya, orang dewasa belajar dari lingkungan dan orang-orang disekitarnya begitupun dengan lansia mereka akan terus menerus belajar dari lingkungan sekitarnya demi bertahan hidup.  Diantara 10 patokan dikmas yaitu :
1.      Warga belajar
Warga belajar merupakan anggota masyarakat yang ikutdalam satu kegiatan pembelajaran. Mengapa tidak digunakan istilah peserta didik, murid,siswa ? hal ini dikarenakan pendidikan masyarakat memiliki konotasi bahwa anggota masyarakat tersebut sebatas penerima tidak jadi pemilik atau penetu, kurang terlihataspek keterlibatan, sedang dalam kegiatan PLS warga belajar turut aktif dalam menentukan apa yang diinginkannya untuk dipelajari. Istilah warga merupakan bahwa anggota masyarakat adalah bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembelajaran.
2.      Sumber belajar
Sumber belajar merupakan warga masyarakat yang memiliki kelebihan baik dibidang pengetahuan atau keterampilan, sikap dan mampu serta mau mengalihkan apa yang dimilikinya pada warga belajar melalui proses pembelajaran. Sumber belajar adalah orang yang merasa memiliki tanggungjawab untuk meningkatkan kemampuan manusia yang ada dilingkungannya. Sumber belajar bukan hanya mereka yang memiliki ijazah pada tingkat pendidikan tertentu, tetapi mereka yang tidak sekolah sekalipun, tetapi memiliki keunggulan tersebut pada orang lain dapat menjadi sumber belajar.
3.      Pamong belajar
Pamong belajar merupakan warga masyarakat yang membina, membimbing, mengarahkan dan mengorganisir program pemberdayaan masyarakat disekitarnya. Pamong belajar yang akan menjamin terjadinya proses pembelajaran bagi warga belajar yang telah memutuskan untuk mengikuti program tertentu. Pamong belajar adalah mereka yang bertempat tinggal disekitar warga belajarsehingga warga belajar sehingga mereka mudah berkomunikasi dan saling mendukung; pamong belajar bukan petugas structural pemerintahan, tetapi petugas yang diterimaoleh warga belajar sebagai pembimbing mereka.
4.      Sarana belajar
Sarana belajar adalah bahan dan alat yang ada di lingkungan masyarakat yang dapat digunakan untuk mendukung proses pembelajaran. Sarana belajar dalam wujudnya dapat berbentuk buku, bangunan, kekayaan alam, hewan, tumbuhan, dan apasaja yang apabila dipelajari dapat menambah dan meningkatkan wawasan dan pengetahuan warga belajar.
5.      Tempat belajar
Tempat belajar yaitu suatu tempat yang memungkinkan untuk digunakan sebagai tempat berlangsungnya proses pembelajaran. Tempat belajar pendidikan masyarakat tidak harus terpaku diruangan namun bisa dimana saja yang dianggap layak dijadikan sebagai tempat pembelajaran, contohnya seperti di alam, rumah, kelas maupun di masjid.
6.      Dana belajar
Dana belajar yaitu uang atau materi lainnya yangdapat digunakan untuk membeli peralatan, sarana prasarana dan kebutuhan lainnya demi menunjang kegiatan pembelajaran sehingga dapat berjalan dengan baik dan dibantu fasilitas yang layak. Dana bisa didapat dari pemerintahan, tokoh masyarakat, pengusaha di lingkungan dimana warga belajar tinggal maupun bersumber dari warga belajar itu sendiri.
7.      Ragi belajar
Rangsangan yang diberikan kepada warga belajar berupa motivasi, inspirasi dan pengetahuan serta keterampilan untuk membangkitkan semangat warga belajar sehingga proses pembelajaran terjadi tanpa paksaan atau gertakan tetapi terjadi karena inisiatif sendiri.
8.      Kelompok belajar
Sejumlah warga belajar yang terdiri dari 5-10 orang yang berkumpul dalam satu kelompok, memiliki tujuan dan kebutuhan yang sama, dan bersepakat untuk saling membelajarkan. Kelompok inilah bersama sumber belajar dan pamong belajar untuk menentukan tempat dan waktu berlangsungnya proses pembelajaran.
9.      Program belajar
Serangkaian kegiatan yang mencerminkan tujuan, isi pembelajaran, cara pembelajaran, waktu pembelajaran atau sering disebut dengan garis besar kegiatan belajar. Program disusun berdasarkan kebutuhan warga belajar, sehingga warga belajar menjadi pemilik dari program tersebut. Program pembelajaran yang tidak sesuai dengan kebutuhan warga belajar akan menyebabkan kejenuhan dan meninggalkan program. Program belajar tidak diatur, dipaksakan oleh orang lain, tetapi tumbuh dari keinginan dan kebutuhan warga belajar. Utnuk menjamin mutu setiap program disusun acuan terendah yang harus dicapai setelah menyelesaikan program.
10.  Hasil belajar
Hasil belajar merupakan serangkaian pengetahuan, keterampilan da sikap yang dikuasai warga belajarsetelah proses pembelajaran dilalui dalam kurun waktu tertentu. Kebermaknaan hasil belajar bagi peningkatan mutu hidup dan kehidupan warga belajar menjadi patokan keberhasilan. Hasil belajaryangdapat memperbaiki kehidupan merupakan ragi belajar untuk untuk proses lebih lanjut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar