![]() |
| Sumber : Pikiran Rakyat |
Pendidikan masyarakat dikenal sebagai pendidikan
non formal, dimana pendidikan ini berperan sebagai penambah, pengganti serta
pelengkap untuk pengetahuan dan keterampilan yang tidak bisa di dapat di jalur
pendidikan formal. Selain itu, pendidikan masyarakat juga bergerak di berbagai
bidang yang menyangkut kemasyarakatan.
Pendidikan masyarakat terkenal dengan prinsipnya yaitu education for all, artinya dengan adanya
pendidikan masyarakat semua orang bisa mengenyam pendidikan dan meningkatkan
aktualisasi dirinya tanpa mengenal usia, latar belakang pendidikan, dan tanpa
batas waktu yakni life long education.
Belajar sepanjang hayat pada hakikatnya benar-benar ada dalam diri manusia,
manusia akan terus menerus belajar di sepajang hidupnya tanpa mengenal batas
usia. Bayi baru lahir dia akan belajar dari ibunya, orang dewasa belajar dari
lingkungan dan orang-orang disekitarnya begitupun dengan lansia mereka akan
terus menerus belajar dari lingkungan sekitarnya demi bertahan hidup. Diantara 10 patokan dikmas yaitu :
1.
Warga belajar
Warga belajar merupakan anggota masyarakat yang
ikutdalam satu kegiatan pembelajaran. Mengapa tidak digunakan istilah peserta
didik, murid,siswa ? hal ini dikarenakan pendidikan masyarakat memiliki konotasi
bahwa anggota masyarakat tersebut sebatas penerima tidak jadi pemilik atau
penetu, kurang terlihataspek keterlibatan, sedang dalam kegiatan PLS warga
belajar turut aktif dalam menentukan apa yang diinginkannya untuk dipelajari. Istilah
warga merupakan bahwa anggota masyarakat adalah bagian yang tidak terpisahkan
dari proses pembelajaran.
2.
Sumber belajar
Sumber belajar merupakan warga masyarakat yang
memiliki kelebihan baik dibidang pengetahuan atau keterampilan, sikap dan mampu
serta mau mengalihkan apa yang dimilikinya pada warga belajar melalui proses
pembelajaran. Sumber belajar adalah orang yang merasa memiliki tanggungjawab
untuk meningkatkan kemampuan manusia yang ada dilingkungannya. Sumber belajar
bukan hanya mereka yang memiliki ijazah pada tingkat pendidikan tertentu,
tetapi mereka yang tidak sekolah sekalipun, tetapi memiliki keunggulan tersebut
pada orang lain dapat menjadi sumber belajar.
3.
Pamong belajar
Pamong belajar merupakan warga masyarakat yang
membina, membimbing, mengarahkan dan mengorganisir program pemberdayaan
masyarakat disekitarnya. Pamong belajar yang akan menjamin terjadinya proses
pembelajaran bagi warga belajar yang telah memutuskan untuk mengikuti program
tertentu. Pamong belajar adalah mereka yang bertempat tinggal disekitar warga
belajarsehingga warga belajar sehingga mereka mudah berkomunikasi dan saling
mendukung; pamong belajar bukan petugas structural pemerintahan, tetapi petugas
yang diterimaoleh warga belajar sebagai pembimbing mereka.
4.
Sarana belajar
Sarana belajar adalah bahan dan alat yang ada di
lingkungan masyarakat yang dapat digunakan untuk mendukung proses pembelajaran.
Sarana belajar dalam wujudnya dapat berbentuk buku, bangunan, kekayaan alam,
hewan, tumbuhan, dan apasaja yang apabila dipelajari dapat menambah dan
meningkatkan wawasan dan pengetahuan warga belajar.
5.
Tempat belajar
Tempat belajar yaitu suatu tempat yang
memungkinkan untuk digunakan sebagai tempat berlangsungnya proses pembelajaran.
Tempat belajar pendidikan masyarakat tidak harus terpaku diruangan namun bisa
dimana saja yang dianggap layak dijadikan sebagai tempat pembelajaran,
contohnya seperti di alam, rumah, kelas maupun di masjid.
6.
Dana belajar
Dana belajar yaitu uang atau materi lainnya yangdapat digunakan untuk
membeli peralatan, sarana prasarana dan kebutuhan lainnya demi menunjang
kegiatan pembelajaran sehingga dapat berjalan dengan baik dan dibantu fasilitas
yang layak. Dana bisa didapat dari pemerintahan, tokoh masyarakat, pengusaha di
lingkungan dimana warga belajar tinggal maupun bersumber dari warga belajar itu
sendiri.
7.
Ragi belajar
Rangsangan yang diberikan kepada warga belajar berupa motivasi,
inspirasi dan pengetahuan serta keterampilan untuk membangkitkan semangat warga
belajar sehingga proses pembelajaran terjadi tanpa paksaan atau gertakan tetapi
terjadi karena inisiatif sendiri.
8.
Kelompok belajar
Sejumlah warga belajar yang terdiri dari 5-10
orang yang berkumpul dalam satu kelompok, memiliki tujuan dan kebutuhan yang
sama, dan bersepakat untuk saling membelajarkan. Kelompok inilah bersama sumber
belajar dan pamong belajar untuk menentukan tempat dan waktu berlangsungnya
proses pembelajaran.
9.
Program belajar
Serangkaian kegiatan yang mencerminkan tujuan,
isi pembelajaran, cara pembelajaran, waktu pembelajaran atau sering disebut
dengan garis besar kegiatan belajar. Program disusun berdasarkan kebutuhan
warga belajar, sehingga warga belajar menjadi pemilik dari program tersebut. Program
pembelajaran yang tidak sesuai dengan kebutuhan warga belajar akan menyebabkan
kejenuhan dan meninggalkan program. Program belajar tidak diatur, dipaksakan
oleh orang lain, tetapi tumbuh dari keinginan dan kebutuhan warga belajar. Utnuk
menjamin mutu setiap program disusun acuan terendah yang harus dicapai setelah
menyelesaikan program.
10. Hasil belajar
Hasil belajar merupakan serangkaian pengetahuan, keterampilan da sikap
yang dikuasai warga belajarsetelah proses pembelajaran dilalui dalam kurun
waktu tertentu. Kebermaknaan hasil belajar bagi peningkatan mutu hidup dan
kehidupan warga belajar menjadi patokan keberhasilan. Hasil belajaryangdapat
memperbaiki kehidupan merupakan ragi belajar untuk untuk proses lebih lanjut.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar