KARAKTERISTIK PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH

Inilah perbedaan antara karakteristik pendidikan luar sekolah dengan pendidikan sekolah:
  • PROGRAM PENDIDIKAN SEKOLAH
1.      Jangka panjang dan umum. Bertujuan untuk membekali peserta didik dengan kemampuan umum untuk kehidupan masa depan.
2.      Orientasi pada pemilikan ijazah. Hasil akhir ditandai dengan pengesahan kemampuan melalui ijasah. Ijasah diperlukan untuk memperoleh pekerjaaan, kedudukan dan untuk melanjutkan kejenjang studi berikutnya.
3.      Dari segi waktu relative lama. Jarang selesai waktu kurang dari setahun, sering melampaui batas yang telah di tetapkan, kadang-kadang diselesaikan lebh dari sepuluh tahun. Suatu jenjang merupakansayarat untuk menempuh jenjang yang lebih tinggi.
4.      Berorientasi untuk masa depan. Menyiapakn untuk masa depan peserta didik.
5.      Menggunakan waktu penuh dan terus menerus. Karena mnggunakan waktu yang terus menerus maka kecil kemungkinan bagi peserta didik untuk melakukan kegiatan parallel atau pekerjaan rutin.
6.      Dari segi isi program  kurikulum disusun secara terpusar dan seragam. Lembaga di tingkat nasional menysusun kurikulum yang merupakan paket dan dikenakan untuk semua peserta didik dan sesuai dengan jenis/jenjang pendidikan.
7.      Bersifat akademis. Kurikulum lebih memberi bobot pada ranah kognisi dan teorirtis.
8.      Seleksi penerimaan calon peserta didik dilakukan dengan persyaratan yang ketat.
9.      Dari segi belajar dan mengajar pendidikan sekolahlebih dipusatkan dilingkungan sekolah.
10.  Terlepas dari lingkungan peserta didik di masyarakat.
11.  Struktur program yang ketat. Program belajar mengajar disusun secara ketat
12.  Berpusat pada pendidik. Kegiatan belajar mengajar dikendalikan oleh pendidikan atau guru professional yang diberi wewenang pada jenjang pendidikan tertentu.
13.  Pengerahan daya dukung secara maksimal. Menggunakan sarana dan prasarana yang relative mahal.
14.  Dilihat dari pengendalian program pendidikan sekolah lebih dilakukan oleh pengelola di tingkat lebih tinggi. Pengawasan dan pengendalian dikendalikan dipihak yang lebih tinggi dan diterapkan secara seragam.
15.  Pendekatan kekusaan. Hubungan fungsional antara pendidik dan peserta didik didasarkan tasa perbedaan kekuasaan, peranan, dan kedudukan.
  • PROGRAM PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH
1.      Jangka pendek dan khusus. Bertujuan untuk memenuhi kebutuhan belajar tertentu yang fungsional bagi kehidupan masa ini dan masa depan.
2.      Kurang menekaknkan pentingnya ijasah. Ganjaran diperoleh selama proses dan akhir program dalam bentuk benda yang diproduksi, pendapatan dan keterampilan.
3.      Waktu relative singkat. Jarang lebih dari satu tahun, pada umumnya kurang dari satu tahun. Persyaratan untuk mengikuti program hanyalah kebutuhan, minat, dan kesempatam waktu para peserta.
4.      Menekankan masa sekarang dan masa depan. Memusatkan layanan untuk memenuhi kebutuhan terasa peserta didik guna meningkatkan kemampuan social ekonomi dalam waktu bebas.
5.      Menggunakan waktu tidak penuh dan tidak terus menerus. Waktu dapat ditetapkan dengan berbagai cara sesuai dengan kesempatan peserta didik.
6.      Kurikulum berpusat pada kepentingan peserta didik. Kurikulum bermacam ragam atas dasar perbedaan kebutuhan belajar peserta didik.
7.      Mengutamakan aplikasi. Kurikulum menekankan keterampilan yang bernilai guna bagi kehidupan peserta didik
8.      Persyaratan masuk ditetapkan bersama peserta didik. Karena program di arahkan untuk memenuhi kebutuhan dan untuk mengembangkan kemampuan potensial peserta didik maka kualifikasi pendidik formal dan kemampuan baca tulis sering tidak menjadi persyaratan utama.
9.      Proses belajar mengajar dipusatkan di masyarakat dan lembaga. Kegiatan belajar dilakukan di berbagai lingkungan atau di satuan pendidikan luar sekolah.
10.  Pengajaran berkaitan dengan peserta didik dan masyarakat.
11.  Struktur program yang fleksibel. Program bermacam ragam dalam jenis dan urutannya. Pengembangan daoat dilakukan ketika program pembelajaran sedang berjalan.
12.  Proses belajar mengajar berpusat pada peserta didik.
13.  Pengehmatan sumber-sumber yang tersedia. Memanfaatkan tenaga dan sarana yang terdapat  di lingkungan dan masyarakat kerja untuk menghemat biaya.
14.  Pengendalian program dilakukan oleh pelaksana dan peserta didik.
15.  Pendekatan demokratis. Hubungan antara pendidik dan peserta didik bercorak hubungan sejajar atas dasar kefungsian.
Pendekatan kontinum yang dikemukakan oleh Knowless (1977):
  1. Semakin dewasa peserta didik maka berubah konsep dari sikap ketergantungan terhadap pendidikan kepada sikap mengarahkan diri dan saling belajar di antara mereka.
  2. Semakin dewasa peserta didik maka semakin dewasa pula pengalaman belajar mereka yang dijikan sumber belajar. Sedangkan orientasi belajar berubah dari penguasaan materi kea rah pemecahan masalah.
  3. Semakin dewasa peserta didik, makin diperlukan keterlibatan mereka dalam perencanaan, diagnosis kebutuhan,penentuan jumlah belajar,dan hasil belajar.
  4. Semakin dewasa peserta didik, kesiapan belajarnya semakin dirasakan untuk menguasai tugas-tugas yang berkatian dengan peranan mereka dalam kehidupan.
  5. Semakin dewasa peserta didik, prespektif waktu semakin berorientasi pada penggunaan hasil belajar yang dapat segera dimanfaatkan dalam kehidupan


Sumber : https://kumakukurakura.blogspot.com/2018/11/wawasan-pendidikan-luar-sekolah.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar