![]() |
| Sumber : Arsip Kuliah Tarbiyah |
Pendidikan
luar sekolah merupakan pendidikan tertua yakni pendidikan ini hadir sebelum
pendidikan formal ada.menurut Faure (1981: 2) pendidikan luar sekolah bukanlah
hal baru dikehidupan manusia. Pendidikan luar sekolah sesuai dengan peradaban
manusia yang diwujudkan melalui berbagai kegiatan manusia untuk memenuhi
kebutuhan hidupnya. Ruang lingkup pendidikan luar
sekolah menyangkut berbagai aspek kehidupan dari berbagai usia, tempat dan
kebutuhan. Ruang lingkup pelayanan pendidikan luar sekolah menjangkau
keseluruhan kegiatan pelayanan pendidikan di luar sekolah pelayanan
diselenggarakan oleh pendidikan di luar persekolah. Pendidikan luar sekolah
tidak hanya dilakukan oleh pemerintah/ departemen, tapi juga dilaksanakan oleh
seluruh masyarakat yang mampu membimbing dan melaksanakannya.
Pendidikan
luar sekolah memiliki ruang lingkup tersendiri seperti pendidikan lainnya. Ruang
lingkup pendidikan luar sekolah dapat ditinjau dari beberapa segi seperti pelayanan,
pranata, Pelambangan Program. Ketiga segi tersebut yaitu
Ø Dari
segi pelayanan
1.
Berdasarkan usia
· Usia
Persekolahan
Upaya peralatan
pendidikan yang berhubungan dengan anak usia berhubunga antara lain adalah:
tempat penitipan anak, dan kelompok sepermainan. Lembaga-lembaga pendidikan
semacam ini juga termasuk lembaga pendidikan luar sekolah. Fungsi lembaga
tersebut berbeda dengan fungsi taman kanak-kanak yang merupakan persiapan untuk
memasuki sekolah dasar.
· Usia
Pendidikan Dasar
Pada saat sekarang ini
wajib belajar 9 tahun bagi anak-anak usia 7-12 tahun, walau demikian masih
banyak anak-anak usia sekolah yang belum tertampung di sekolah Dasar. Oleh
karena itu pendidikan luar sekolah mempunyai peranan yang penting untuk
merealisasikan tujuan pendidikan yang belum dapat tercapai sepenuhnya melalui
pendidikan persekolahan. Oleh karena itu pendidikan luar sekolah mengadakan
pelaksanaan wajib belajar 9 tahun, dengan cara program paket A.
· Usia Pendidikan Menengah
Tidak semua kelompok
usia 13-18 tahun telah mengenyam pendidikan sekolah menengah tingkat pertama
(SMTP) maupun sekolah menengah atas (SMTA). Seperti diketahui sistem pendidikan
persekolahan tidak selalu dirancang untuk menghasilkan lulusan yang yan siap
kerja.
Dalam hubungan ini,
pendidikan luar sekolah dapat berperan sebagai pengganti, pelengkap atau
penambah program pendidikan persekolahan. Dengan cara mendidik keterampilan dan
paket B yang dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat.
2.
Berdasarkan jenis kelamin
Menurut daftar
statistik, ternyata jumlah wanita lebih banyak dari pada pria. Meskipun
demikian, partisipasi wanita masih kurang dalam peningkatan produksi atau
pendidikan sosial, ekonomi yang dilaksanakan bersama dengan pria. Mengingat
bahwa wanita lebih berperan dalam kegiatan kesejahteraan keluarga, partisipasi
wanita dalam hal ini perlu ditingkatkan lagi. Program pendidikan luar sekolah
yang sangat menonjol dalam kegiatan itu ialah : program PKK, KB dan sebagainya.
Sistem
penyampaian dapat dilakukan dengan menggunakan:
a) Kelompok,
organisasi clan lembaga yang ada dalam masyarakat,
b) Mekanisme
sosial, budaya seperti perlombaan clan pertandingan,
c) Kesenian
tradisional seperti wayang, ludruk, dagelan, maupun teknologi modern seperti :
TV, film majalah, dan surat kabar.
d) Prasarana
dan sarana seperti : balai desa, masjid, gereja sekolah, alat perlengkapan
belajar, dan alat perlengkapan kerja.
3.
Dari segi kelembagaan
Yang dimaksud dengan
pelambangan program ialah keseluruhan proses mengintegrasikan antara pendidikan
luar sekolah dan pembangunan masyarakat lainnya seperti :
a. Program
antar sekolah dan swadaya masyarakat, misalnya program pembinaan kesejahteraan
keluarga (PKK), program keterampilan wanita (PKW).
b. Koordinasi
pelaksanaan dan perencanaan proram pembangunan.
c. Tenaga
penggerak di tingkat pusat, provinsi, kabupaten, kotamadya, kecamatan dan desa
(pemerintah dan swasta).
Sumber : http://arsipkuliahtarbiyah.blogspot.com/2016/09/fungsi-tujuan-dan-ruang-lingkup-pls.html

Tidak ada komentar:
Posting Komentar